top of page

Telekomunikasi dan Infrastruktur Palapa Ring

  • Writer: Gb
    Gb
  • Apr 2, 2019
  • 3 min read

Sebelum membahas perkembangan dan infrastruktur telekomunikasi kita perlu mengetahui pengertian dari telekomunikasi itu sendiri. Telekomunikasi adalah bentuk komunikasi elektronik dengan menggunakan perangkat-perangkat tertentu. Telekomunikasi terdiri dari 2 kata, yaitu tele yang berarti jarak jauh dan komunikasi yang berarti penyampaian berita atau informasi. Dapat disimpulkan bahwa telekomunikasi diartikan sebagai penyampaian informasi jarak jauh dengan menggunakan alat atau media elektronik.


Definisi telekomunikasi berdasarkan convention of international telecommunication Nairobi tahun 1982 yang juga termuat dalam lampiran constitution and convention of the international telecommunication union Jenewa tahun 1992, yaitu "any transmission, emission or reception of signs, signals, writing, images and sound or intelligence of any nature by wire, radio, optical or other electromagnetic systems". (Prayudi, dkk. 2018:69).


Telekomunikasi yang ada sekarang mengalami perkembangan karena tuntutan zaman. Telekomunikasi berawal dari penemuan telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1844. Kemudian muncul telepon dari Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Inovasi lainnya adalah penemuan radio oleh Lee De Forest pendukung kemajuan komunikasi. Dilanjutkan dengan penemuan televisi, komunikasi satelit, komputer, dan internet. Kemudian berkembang juga teknologi-teknologi wireless, seperti telepon seluler. (Nurdin. 2016 : 20-25).


Telekomunikasi bergerak dari jaringan wired dengan sistem analog ke jaringan wireless dengan sistem digital.


Jaringan wired merupakan jaringan yang menggunakan media penghubung berupa kabel. Pada jenis jaringan ini kabel yang digunakan dapat berupa kabel twisted pair, coaxial, dan fiber optic. Kabel pada jaringan wired menjadi penghubung tiap perangkat. Jaringan ini lebih sering digunakan karena lebih stabil dan aman dari intervensi. (Valen. 2009 : 22). Tetapi jaringan wired tidak praktis dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mobilitas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka jaringan dikembangkan menjadi jaringan wireless. Jaringan wireless biasanya disebut sebagai jaringan komunikasi nirkabel, yaitu jaringan komunikasi yang menggunakan gelombang radio/frekuensi tertentu yang berfungsi sebagai pengantar informasi. (Kuswayatno. 2008 : 29).


Penggunaan jaringan nirkabel memberi keuntungan berupa kemudahan pemasangan jaringan di area yang tidak dapat atau sulit dijangkau jaringan kabel. Pemasangan, perbaikan, dan pemindahan jaringan nirkabel lebih mudah, tetapi jaringan nirkabel yang bersifat sharing dapat terganggu karena intervensi pengguna lain. (Pramukantoro. 2018 : 11-12).


Salah satu alat yang paling penting dalam jaringan telekomunikasi adalah satelit. Satelit merupakan jaringan komunikasi yang berfungsi sebagai pemancar, penerima, dan penguat gelombang. Sistem komunikasi ini menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengirim datanya. Biasanya satelit ditempatkan di luar angkasa. Hampir seluruh telekomunikasi menggunakan satelit sebagai jaringan utamanya, terutama untuk jaringan seluler. (Kuswayatno. 2008 : 30-31).


Di era wireless ini, telepon seluler menjadi alat komunikasi yang paling banyak digunakan. Kemampuan jaringan seluler berkembang pesat dari teknologi wireless pertama 1G, 2G, 3G, 4G, sampai teknologi 5G yang terbaru. Teknologi jaringan seluler berevolusi dari analog berkecepatan rendah, digital berkecepatan rendah hingga menengah, sampai digital yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi dan mendukung multimedia. Jaringan seluler sudah semakin berubah fungsinya, dari sekedar teks dan suara, gambar dan video, hingga penggunaan seluler untuk mengakomodasi internet berkecepatan tinggi secara mobile. (Wardhana, dkk. 2010.)


Penggunaan jaringan seluler sangat marak dalam masyarakat sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk dapat mendukung efektivitas penggunaan teknologi dalam segala sektor, apalagi dengan perkembangan internet yang menjadi wadah dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat sehingga internet dan jaringan seluler sudah menjadi suatu kebutuhan dan gaya hidup.


Untuk menjawab permasalahan kondisi infrastruktur dan akses internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia membangun jaringan fiber optic skala nasional yang dikenal dengan proyek Palapa Ring. Proyek ini menghubungkan 57 kabupaten dengan panjang serat optik mencapai 36.000 km. Dalam implementasinya proyek ini menghubungkan infrastruktur yang sudah ada dan membangun infrastruktur baru, terutama untuk Indonesia bagian timur. Terdapat 3 paket dalam implementasi program ini, yaitu Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur. Paket Barat menghubungkan Kepulauan Riau sampai Pulau Natuna dengan panjang fiber optic 2.000 km. Paket Tengah menghubungkan Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara dengan panjang fiber optic sekitar 2.700 km. Paket Timur menghubungkan wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan fiber optik melintang sekitar 6.300 km. (Pramukantoro. 2018 : 4-6). Jaringan ini juga akan terhubung dengan negara tetangga seperti, Malaysia, Filipina, dan Australia. (Hendraningrat, dkk. 2017 : 9).


Pembangunan Palapa Ring diharapkan dapat menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia dan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara telekomunikasi. Palapa Ring diharapkan dapat mewujudkan "sovereignity/kedaulatan negara" dan "ketahanan nasional" melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi. Pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi terakselerasi melalui ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terpadu sehingga bisa memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah. (Kominfo).




Daftar Pustaka

  • Hendraningrat, Denny Kusuma, dkk. 2017. Roadmap Broadband Indonesia Menuju Era Teknologi 5G. Jakarta : Elex Media Komputindo.

  • Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2013. Sekilas Palapa Ring. https://kominfo.go.id/content/detail/3298/sekilas-palapa-ring/0/palapa_ring

  • Kuswayatno, Lia. 2008. Mahir dan Terampil Berkomputer. Bandung : Gtafindo Media Pratama.

  • Nurdin, Muhammad Daud. 2016. Dasar Sistem Telekomunikasi. Lhokseumawe : Universitas Malikussaleh.

  • Pramukantoro, Eko Sakti. 2018. Solusi Kesenjangan Informasi Digital di Daerah Rural : Pendekatan Praktis. Malang : Universitas Brawijaya Press.

  • Prayudi, dkk. 2018. Dinamika Pelaksanaan Urusan di Bidang Persandian Pemerintah Daerah. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

  • Valen, Shmily. 2009. Superman IT. Jakarta : GagasMedia.

  • Wardhana, Lingga, dkk. 2010. Teknologi Wireless Communication dan Wireless Broadband. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET.

Comments


About  
 

I'm a student, currently studying in Bunda Mulia University, Alam Sutera, Tangerang. I made this blog to share my writings and passion for journalism.

© 2023 by Ad Men. Proudly created with Wix.com

Contact
 

I’m a great place for you to tell a story and feel free to give me your opinion.

Thank You!
 

Thank You for coming to this blog!

Thank You for sending me a message! I will get back to you soon! -G

bottom of page