top of page

Media Cetak Terancam Punah?

  • Writer: Gb
    Gb
  • Jan 27, 2019
  • 3 min read

Updated: Apr 3, 2019

Author : Gabriela Priscila


Informasi dapat kita peroleh dari mana saja, salah satunya adalah melalui surat kabar. Surat kabar mengalami perkembangan dari masa ke masa. Menurut Hamzah yang dikutip dari buku Jurnalistik Indonesia (20017:18), surat kabar pada awalnya digunakan secara eksklusif untuk memberikan informasi mengenai keputusan rapat dan kebijakan pemerintah. Kemudian, jurnalistik berkembang dan surat kabar mulai berubah. Isinya didasarkan pada keinginan pembaca. Jadi, ada perubahan konsep yang terjadi, yaitu dari yang berorientasi terhadap kepentingan produsen berita menjadi berorientasi terhadap keinginan publik konsumen (pembaca).


Permulaan media cetak ditandai dengan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg. Teknologi yang dihasilkan Gutenberg menggunakan metal yang diukir dengan sistem movable metal type (huruf logam yang bisa dipindah-pindah).(Malik. 2017). Pada abad ke-20, muncul teknologi percetakan baru bernama Litographic Offset Printing. Litografi menggunakan teknik mencetak dengan silinder (rubber-covered cylinder). Cara ini dikatakan lebih mudah dan murah untuk produksi. Warren Chappell dan Robert Bringhurst mengungkapkan bahwa “Offset Printing succeeded in divorcing printing from the intellectual impetus of publishing.” Meskipun produksi menjadi lebih efektif dan efisien, teknologi percetakan offset memiliki kelemahan. Metal yang digunakan untuk mencetak lama-kelamaan menjadi rusak dan hasil cetakan juga terpengaruh. Pada abad ke-21 barulah muncul teknologi digital printing yang berkembang sampai sekarang. Kehadiran teknologi ini didukung oleh penemuan baru, yaitu computer. Dengan teknologi ini, percetakan dapat dilakukan dengan skala yang lebih besar dengan waktu yang lebih singkat. Teknologi ini meningkatkan efisiensi produksi (echance efficiency). (Hargrave. 2013). Printer atau mesin cetak terdahulu masih menggunakan kabel yang harus disambungkan ke computer untuk mencetak dokumen digital. Saat ini, mesin cetak sudah lebih canggih lagi, dengan fitur Bluetooth, mesin cetak tidak perlu lagi disambungkan dengan kabel. Sudah terwujud sistem kedekatan informasi yang tidak tertandingi (unparalleled immediacy of information).


Saat ini muncul teknologi yang lebih modern, yaitu internet. Internet menyebabkan perubahan dan mentransformasi media surat kabar. Surat kabar yang biasa kita nikmati sebagai media cetak, mulai beralih menjadi media digital (digitalize). Transformasi media cetak menjadi koran digital membuka peluang usaha baru (e-business) yang disebut New Media. Akses terhadap koran digital dapat kita lakukan dengan sangat mudah, misalnya dari website, RSS, maupun dari ponsel dengan jaringan internet. (Suryanto. 2015 : 613)


Lalu, apakah kemunculan media baru ini mengancam media cetak konvensional?


Philip Meyer dalam bukunya The Vanishing Newspaper meramalkan bahwa pada tahun 2044 hanya akan terdapat satu eksemplar koran. (Kusuma. 2016). Media koran online berkembang dengan sangat pesat pada era digital ini. Koran digital memiliki keunggulan yang sangat jelas, yaitu kemudahan akses, penerimaan informasi yang cepat dan tepat waktu, serta dapat diakses dari mana saja. Koran online menjadi pilihan anak muda dalam mendapatkan informasi. Jika dilihat dari perkembangan teknologi dan peminat pembaca online yang terus meningkat, banyak yang mengatakan bahwa media online akan menggeser fungsi media cetak.


Tetapi, dalam penelitian yang dilakukan oleh Hsiang Iris Chyi membuktikan bahwa media cetak masih dapat bersaing karena media cetak masih ada peminatnya. Media cetak dianggap lebih kredibel dari segi nilai berita dibandingkan media online karena banyaknya citizen journalism yang belum tentu dapat dibuktikan kebenaran beritanya. Media cetak juga masih menjadi salah satu pilihan utama advertising, baik pemasang iklan maupun pencari iklan.

Media cetak memiliki karakter khas yang membuat masyarakat masih mengonsumsi media ini. (Chyi. 2016)


Menurut Rupert Murdoch dan Noam Chomsky, umur media cetak bisa diperpanjang apabila media cetak menghentikan arogansinya dan memberi perhatian kepada masyarakat. Untuk mempertahankan pasar atau mengantisipasi kemajuan teknologi, media cetak dapat melakukan konvergensi media tanpa menghilangkan karakter khasnya. Salah satu contohnya adalah koran harian Kompas yang sukses menjalankan konvergensi media. Surat kabar tersebut bergerak sebagai surat kabar konvensional dan sebagai sumber informasi multimedia online dengan situs website www.kompas.com. (Kusuma. 2016)


Media baru tidak saling meniadakan (co-exist) karena media baru merupakan adaptasi dan perkembangan dari media lama (metamorphosis).

Adanya media baru bukan berarti media lama hilang, tetapi adanya konvergensi antara media lama dan media baru. Media baru yang ada juga tidak terlepas dari nilai-nilai media lama.(Suryanto. 2015 : 609-610). Hadirnya media koran digital memang menyebabkan munculnya persaingan baru antara media cetak dengan media online. Tetapi media cetak akan dapat bertahan karena nilai-nilai khas yang terdapat dalam media cetak masih dipercaya oleh masyarakat.



Daftar Pustaka

  • Chyi, Hsiang Iris., & Tenenboim, Ori. 2016. Multiplatform Newspaper Readership in The United States. Journalism Practices, 798-819.

  • Hargrave, Jocelyn. 2013. Disruptive Technological History : Papermaking to Digital Printing. Journal of Scholarly Publishing, 44, hlm. 221-236.

  • Kusuma, Satria. 2016. Posisi Media Cetak di Tengah Perkembangan Media Online di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5, hlm. 56-71.

  • Malik, Abdul. 2017. Revolusi Gutenberg (Makna Penemuan Mesin Cetak bagi Kemajuan Peradaban Manusia : Dari Tradisi ke Tulisan). Jurnal Ilmu Komunikasi.

  • Sumadiria, AS Haris. 2017. Jurnalistik Indonesia : Menulis Berita dan Feature. Bandung : Simbiosa Rekatama Media

  • Suryanto. 2015. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung : CV Pustaka Setia.

Comentários


About  
 

I'm a student, currently studying in Bunda Mulia University, Alam Sutera, Tangerang. I made this blog to share my writings and passion for journalism.

© 2023 by Ad Men. Proudly created with Wix.com

Contact
 

I’m a great place for you to tell a story and feel free to give me your opinion.

Thank You!
 

Thank You for coming to this blog!

Thank You for sending me a message! I will get back to you soon! -G

bottom of page