top of page

Dunia Televisi

  • Writer: Gb
    Gb
  • Mar 5, 2019
  • 4 min read

Updated: Apr 3, 2019

Author : Gabriela Priscila


Televisi tadinya merupakan media yang mengirimkan program acaranya melalui sinyal dengan antena, sekarang televisi adalah media yang mengirimkan program acaranya melalui beragam sistem penyiaran. (Biagi, Shirley. 2016 : 180). Televisi tidak terlepas dari penemuan teknologi-teknologi sebelumnya, yaitu telepon, telegraf, fotografi bergerak atau diam, dan rekaman suara. (McQuail, Denis. 2012 : 37). Penemuan yang menjadi tonggak pengembangan televisi adalah penemuan Nipkow Disk oleh Paul Nipkow di Jerman pada tahun 1804. Kata “Television” pertama kali muncul pada Juni 1907 di salah satu edisi Scientific American. Sebelumnya, eksperimen transmisi gambar disebut dengan “visual wireless”, “visual radio”, dan “electric vision”. Pada tahun 1939, David Sarnoff dari NBC meluncurkan debut televisi di World’s Fair, New York City. Terjadi terobosan baru bagi televisi pada 10 Juli 1962. Telstar I mengirimkan broadcast satelit pertama. Transmisi lewat satelit ini menjadi awal dari penyiaran modern. Pada tahun 1963, program-program televisi sudah menyiarkan tayangan-tayangan edukasi, seperti Sesame Street. Pada tahun 1965, program-program televisi sudah disiarkan dengan warna. Kemudian, peristiwa penting dunia televisi terjadi pada tahun 1979, Ted Turner membangun Cable News Network (CNN) yang memberi khalayak akses kepada berita internasional. Sampai saat ini, televisi dijadikan sumber informasi berita yang terpercaya dan CNN tetap kredibel dalam penyiaran beritanya. Pada tahun 2006, muncul teknologi televisi baru, yaitu HDTV (High Definition Television) yang menawarkan kualitas gambar lebih baik. Pada tahun 2009, stasiun televisi di Amerika sudah sepenuhnya menggunakan HDTV transmission standard. Di tahun 2010, muncul inovasi lain dari televisi, yaitu 3-D Television. Televisi terus berkembang baik dari segi program maupun teknologi. Saat ini, televisi sudah memiliki lebih dari 500 channel yang ditransmisikan lewat kabel, satelit, ataupun internet dengan standard HD. (Biagi, Shirley. 2016 : 160-178).


Televisi secara terus-menerus berevolusi. Televisi memiliki dua ciri utama, yaitu sebagai ‘jendela dunia’ dan menimbulkan kedekatan afektif. Televisi memiliki kemampuan untuk menyiarkan gambar dan suara secara langsung sehingga televisi bertindak sebagai ‘jendela dunia’ dalam waktu riil. Studio produksi telah melakukan siaran langsung sebelum munculnya teknik rekaman video yang efisien. Ciri utama televisi yang kedua adalah rasa akrab keterlibatan personal yang dianggap tumbuh antara penonton dan pembawa acara, atau aktor, dan penonton di layar. Siaran televisi yang interaktif menambah nilai ciri ini. (McQuail, Denis. 2012 : 38).


Sama seperti industri lainnya, televisi juga melalui proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Pada saat membuat program televisi, seluruh profesi produser, jurnalis, sutradara, aktor, dan quality control harus mengikuti prosedur untuk menghasilkan program televisi yang berkualitas. Produksi televisi bukan pekerjaan individual, tetapi merupakan pekerjaan tim. (Fachruddin, Andi. 2016 : 2). Proses produksi televisi melalui tiga tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi meliputi penemuan ide, perencanaan, dan persiapan. Kunci keberhasilan produksi program televisi sangat ditentukan oleh keberesan tahap pra-produksi. Tahap selanjutnya adalah tahap produksi. Sutradara bekerjasama dengan para artis dan crew untuk mewujudkan apa yang sudah direncanakan dalam Script menjadi gambar. Dalam tahap ini dilakukan proses shooting. Tahap yang terakhir adalah tahap pasca-produksi. Pada tahap ini dilakukan proses editing terhadap hasil shooting. Editor menyambungkan adegan demi adegan dan memadukan gambar dengan suara. Setelah semua tahap ini selesai, barulah sebuah program dapat disiarkan. (Wibowo, Fred. 2007 : 39-43). Dalam kaitannya dengan distribusi, siaran televisi di banyak negara telah terbagi-bagi ke dalam saluran yang berbeda-beda. Akan tetapi, pola umum yang ada di beberapa saluran sangat dominan terhadap khalayak dan keuangan. Pola distribusi yang terpusat dengan pasokan datang dari pusat kota tanpa adanya arus timbal balik. (McQuail, Denis. 2012 : 38-39). Status televisi sebagai media yang paling besar dalam hal jangkauan dan waktu yang dihabiskan dan popularitasnya tidaklah berubah selama lebih dari 30 tahun dan bahkan bertambah bagi khalayak global. Konsumsi televisi dalam masyarakat terus meningkat setiap tahunnya sejak tahun 1950. Meskipun demikian, saat ini muncul bukti adanya penurunan khalayak. Namun, televisi tetap menjadi News Source utama untuk khalayak dan sebagai sarana hiburan. (McQuail, Denis. 2012 : 38) (Biagi, Shirley. 2016 : 161).


Dalam penyiarannya, televisi memanfaatkan saluran kabel, satelit, dan yang terbaru adalah internet. Satelit memungkinkan terjadinya transatlantic television dan Live broadcast. Satelit mentransmisikan program televisi dan menyiarkannya dari jarak jauh. Kemudian, ada televisi dengan sistem kabel yang mentransmisikan siaran ke daerah pelosok yang tidak terjangkau sinyal yang kuat. Televisi sistem kabel dan satelit membagi khalayak dalam kelompok-kelompok spesifik yang memudahkan pengiklan untuk meraih khalayak tertentu. Internet TV adalah teknologi televisi yang terbaru. Internet TV memungkinkan kita untuk menonton TV secara streaming lewat perangkat kita di mana saja dan kapan saja. Kita dapat menonton siaran televisi di handphone, laptop, komputer, ataupun tab dengan bermodalkan internet. Saat ini banyak khalayak, khususnya yang berusia muda. beralih ke platform internet TV. (Biagi, Shirley. 2016 : 171-178).


Peneliti menyebut masa depan televisi sebagai telepresence. Para peneliti memperkirakan bahwa di masa depan akan terdapat unlimited channel dan artificial machine pada televisi. Kualitas gambar yang dihasilkan televisi akan lebih baik dari HDTV dan akan semakin banyak lagi three-dimensional simulations television. Televisi akan dapat menawarkan gambar yang lebih nyata sehingga kita merasa benar-benar berada dalam televisi. Televisi akan terus berkembang secara teknologi dengan banyaknya inovasi yang masih dapat dilakukan. (Biagi, Shirley. 2016 : 178-180).




Daftar Pustaka

  • Biagi, Shirley. 2016. Media/Impact : An Introduction to Mass Media. Edisi 12. Australia : Cengage Learning.

  • Fachruddin, Andi. 2016. Dasar-Dasar Produksi Televisi. Jakarta : Prenadamedia Group.

  • McQuail, Denis. 2012. Teori Komunikasi Massa McQuail. Edisi 6. Buku 1. Jakarta : Salemba Humanika.

  • Wibowo, Fred. 2007. Teknik Produksi Program Televisi. Yogyakarta : Pinus Book Publisher.

Comments


About  
 

I'm a student, currently studying in Bunda Mulia University, Alam Sutera, Tangerang. I made this blog to share my writings and passion for journalism.

© 2023 by Ad Men. Proudly created with Wix.com

Contact
 

I’m a great place for you to tell a story and feel free to give me your opinion.

Thank You!
 

Thank You for coming to this blog!

Thank You for sending me a message! I will get back to you soon! -G

bottom of page